Sunday, 10 May 2020

Surat untuk Dek Krisan

Hari ini tepat dua bulan kelahiranmu, Dek Krisan. Hari ini, 60 hari yang lalu, Dek Krisan dilahirkan melalui operasi sesar. Bunda tidak punya pilihan lain selain menyerahkan segala keputusan pada dokter, bunda harus melahirkanmu dengan operasi sesar seperti dua kakakmu.

Tulisan ini curahan pena bunda yang pertama kali tentang Dek Krisan. Dek Krisan hadir dalam kehidupan Bunda seperti terang yang menghalau kegelapan. Tentu ini bukan hanya bagi Bunda, tapi bagi ayah, Kakak Kenan, dan juga Uti.
Bunda ingat betul, kehadiran Dek Krisan di perut Bunda itu baru Bunda sadari tanggal 6 Agustus 2019. Sebuah kejutan yang luar biasa bagi Bunda. Ucapan Bunda dulu ternyata ampuh membuat segalanya mungkin. Bunda pernah membatin, "Adik untuk Kakak Kenan baiknya hadir setelah punya rumah, alias tinggal di rumah sendiri, bukan rumah kontrakan." Dilalah... Ucapan batin itu terjadi. 
Bulan Juli 2019, Bunda dan Ayah sudah pindah di rumah baru. Sebulan kemudian kehadiran Dek Krisan bunda rasakan. Puji Tuhan.

Dek Krisan, Bunda masih ingat betul, bagaimana gerakmu di perut Bunda, luar biasa,  Dek Krisan aktif sekali, hingga membuat Bunda selalu lapar☺️.
Enam puluh hari yang lalu, saat Bunda sudah terbaring di rumah sakit untuk persiapan operasi, Bunda ingat banget tendangan lincahmu di perut hingga membuat bunda meringis. Saat menit-menit menjelang masuk ruang operasi mulut Bunda terus mendaraskan doa Salam Maria yang bagi bunda doa itu mampu menenangkan rasa tegang masuk ruang operasi.

Dek Krisan tahu tidak, saat Bunda memasuki ruang operasi, Kakak Kenan menemani hingga pintu masuk kamar operasi. Pengennya Kakak Kenan ikut masuk menemani Bunda. Kakak Kenan sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Dek Krisan. Puji Tuhan, akhirnya Kakak Kenan bisa melihat Dek Krisan lalu tidur nyenyak. Proses operasi dimulai pukul 9 malam, dan Dek Krisan lahir ke dunia pukul 21.31 wib. Kakak Kenan menunggu kedatangan Dek Krisan sejak siang, jadinya setelah melihat Dek Krisan, Kakak Kenan bisa tidur nyenyak.

Dek Krisan, situasi pandemi korona yang melanda dunia juga Indonesia, menjadi pengingat kelahiranmu. Bunda sangat bersyukur, jadwal operasi sesar dilakukan tanggal 10 Maret 2020. Saat itu pandemi korona belum meluas dan menginfeksi banyak orang seperti sekarang ini. Saat di rumah sakit, Kakak Kenan, Ayah, dan Uti bisa menemani Bunda di rumah sakit tanpa ada batasan.

Satu minggu kemudian, mulai dilakukan lockdown di mana-mana, sekolah kakak libur,ayah bekerja di rumah. Bunda bersyukur banget Dek Krisan sudah lahir.

Dua minggu setelah Dek Krisan lahir, Bunda harus kontrol terakhir ke dokter. Duh, rumah sakit begitu sepi, harus jaga jarak, dan menghindari kontak fisik. Bunda juga dengar, stok darah di PMI menepis. Padahal sebelum Dek Krisan lahir, Bunda harus transfusi dengan dua kantong darah. Puji Tuhan saat itu tidak sulit meminta bantuan dua kantong darah di PMI.

Dek Krisan, Bunda minta maaf sekali tidak bisa melakukan yang seharusnya. Virus korona sudah membatasi banyak hal hingga Bunda tak bisa berbuat banyak. Hingga usia Dek Krisan dua bulan, Bunda tidak berani membawa Dek Krisan ke dokter atau ke bidan untuk imunisasi. Duh Bunda takut sama virus korona yang sudah singgah di mana-mana. Sampai hari ini pun Bunda belum tahu berat Dek Krisan. Tapi Bunda tahu, Dek Krisan terus bertumbuh karena semakin hari semakin berat ๐Ÿ˜„ Puji Tuhan๐Ÿ™
Dek Krisan, pasti merasakan bosan ya, setiap hari ketemunya sama Bunda, Uti, Kakak, dan Ayah ๐Ÿค— Sabar ya Dek Krisan. Sebentar lagi , amin, Dek Krisan bisa jalan-jalan keliling kompleks, jadinya tidak hanya di rumah atau halaman rumah. Kalau si korona sudah pergi, Dek Krisan bisa melihat dunia lebih luas dan menyenangkan. 
Dek Krisan, hadirnya Dek Krisan sudah meluluhlantahkan kebosanan Bunda walau di rumah aja. Dek Krisan, sehat selalu ya Dek. Semoga korona segera hilang, Bunda bisa bawa Dek Krisan untuk imunisasi. Bisa bawa Dek Krisan jalan-jalan sama Kakak Kenan. Amin

Surat untuk Dek Krisan

Hari ini tepat dua bulan kelahiranmu, Dek Krisan. Hari ini, 60 hari yang lalu, Dek Krisan dilahirkan melalui operasi sesar. Bunda tidak pun...