Sunday, 17 September 2017

Day17 Mainan Kreatif ala Kenan

Saya punya banyak sekali spidol sejak menyukai corat-coret menggambar. Di saat yang sama, Kenan pun sedang suka dan tertarik dengan warna. Jadinya, ketika saya memegang spidol untuk menggambar, Kenan akan buru-buru mengambil spidolnya dan mencoret-coret yang ada sesuka hatinya.

Kenan suka sekali mencoret-coret dengan menggunakan spidol. Namun, di tengah keasyikannya mencoret-coret, kini Kenan menemukan mainan baru dari spidol. Mainan ini diciptakan sendiri oleh Kenan. Mainan ini saya sebut "Mainan Kreatif ala Kenan."
Mainan itu adalah menyusun tutup spidol. Setiap kali Kenan menemukan spidol milik Bunda, Kenan anak mengambil semua spidol, melepas tutupnya, lalu menyusun tutupnya. Dengan penuh kesabaran Kenan menyusun tutup spidol. Ketika akhirnya susunan runtuh, Kenan akan menyusun kembali, begitu seterusnya. Saya perhatikan, Kenan menyusun ulang lebih dari 15 kali. Wowowww, luar biasa.

Kenan memiliki kreativitas yang luar bisa. Selain menciptakan membuat mainan sendiri dari tutup spidol, Kenan pernah membuat membuat mainan dari gantungan baju. Kenan menyusun gantungan baju di pegangan kunci. Meskipun kreativitas Kenan itu bisa membuat rumah berantakan, semuanya terbayar oleh hasil kemampuan yang didapatkan Kenan.

Sebagai seorang ibu yang selalu di rumah, saya merasa beruntung, karena saya bisa melihat perkembangan dan pertumbuhan Kenan setiap saat. Semua hal yang dilakukan Kenan tidak lepas dari pandangan mata saya.

Bermain tutup botol misalnya, saya tidak bisa menilai apa yang dilakukan Kenan adalah hal biasa saja. Saya menemukan ada sesuatu yang luar biasa yang telah Kenan lakukan. Bermain dengan mainan hasil kreasinya sendiri itu sungguh luar biasa. Apalagi ditambah dengan pengolahan emosi yang dilakukan Kenan. Dengan sabar Kenan mengulang terus permainan berharap bisa menyusun tutup spidol setinggi-tingginya.

Saya jadi berkesimpulan bahwa anak bisa bermain apa saja tanpa harus membeli mainan yang mahal. Sebuah permainan itu berefek bukan karena harga dan banyaknya orang yang memainkan, melainkan karena permainan itu berefek pada pertumbuhan dan perkembangan jiwa dan raganya.

#day17 #septembercerita #momwriting #writingchallenge #anakkreatif #kenanstories

No comments:

Post a Comment

Momwriter: Anakku Lanang (1)

"Ayo Bunda. Bunda yang temenin," begitu katanya. Sambil menenteng dummy naskah saya pun mengikutinya ke luar. Dia bermain saya, m...