Monday, 25 September 2017

Day25 Kenan dan Buku


Saya paling suka melihat Kenan bermain-main dengan buku. Mungkin ini adalah satu ego saya. Saya selalu ingin Kenan dekat dengan buku, bermain dengan buku, tidak asing dengan buku, dan Kenan bisa berdekatan dengan buku.

Kini, di usianya 2,8 tahun, Kenan sudah cukup dekat dengan buku. Bahkan Kenan mengingat beberapa cerita dalam buku yang saya bacakan. Yang membuat saya semakin terpana, setelah saya membacakan cerita, Kenan akan menceritakan kembali cerita itu pada ayahnya. Luar biasa!


Buku dan pensil juga bagian aktivitas yang selalu saya dekatkan pada Kenan. Bersama buku dan pensil, Kenan bisa melakukan corat-coret sesuka hatinya.
Menurut informasi yang saya baca dari website parenting, ada tiga manfaat corat-coret yang dilakukan balita.

1. Membantu perkembangan motorik
Saat anak mencoret-coret, ia berlatih mengendalikan  gerak organ tubuhnya. Gerakan memegang pensil lalu menggerakkannya, membuat bahu, tungkai lengan, dan jemari bergerak. Ativitas corat-coret di buku juga memadukan gerakan tangan dan mata.

2. Mengekspresikan emosi
Ketika anak berusia 1 tahun, ia mampu merasakan berbagai sensasi panca inderanya. Hal ini mendorong anak mencoba-coba berbagai permukaan materi untuk dicoret-coret. Aktivitas mencoret di kertas, lantai, dinding, hingga tangan dan kakinya. Merasakan sensasi berbagai media saat mencoret, memberi anak pemahaman sebab akibat, karena ia bisa mengamati hasil perbuatannya pada media yang berbeda. Sensasi yang dirasakan menyenangkan, mendorong anak makin ekspresif mencoret.

3. Pengenalan awal menulis
Pada awalnya anak akan mencoret sebuah titik, garis, lingkaran, hingga seperti benang kusut. Ini adalah tahap awalnya mengenal tulisan.
Tahapan awal mencoret yang dilakukan anak dimulai dari sebuah titik, kemudian garis lurus patah-patah, hingga menjadi kumpulan garis melengkung yang mirip benang kusut. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Alice Honig. Menurutnya di akhir usia 2 tahun anak akan bisa menggambar garis tunggal, meski belum lurus. Menurutnya, menggambar garis tunggal yang jelas ujung dan pangkalnya, membutuhkan kematangan intelektual. Selain itu, jika kita perhatikan, di antara coretan anak akan terlihat bentuk-bentuk mirip huruf. Menurut Alice, "Itulah yang menjadikan aktivitas mencoret penting untuk didukung orangtua, sebab menyiapkan anak untuk belajar menulis kelak."

Setelah mengetahui tiga manfaat di atas, saya semakin semangat mendekatkan Kenan pada buku dan pensil. Buku dan pensil selalu saya sediakan di meja. Kadang Kenan mau mencoret-coret kertas hingga dinding, tetapi sering Kenan menolak.

Tulisan ini saya tambah kutipan dengan penyesuaian dari www.ayahbunda.co.id/balita-psikologi/manfaat-corat-coret-balita

No comments:

Post a Comment

I Gusti Made Dwi Guna: Mengenalkan Anak pada Buku Sejak Usia Tiga Bulan

I Gusti Made Dwi Guna adalah seorang pengajar di sebuah sekolah di Pulau Dewata, Bali. Selain mengajar, dia juga aktif menulis buku dan men...