Sunday, 29 October 2017

Tes Calistung untuk Seleksi Masuk SD, Bolehkah?

Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) telah diajarkan kepada anak sejak di kelompok bermain dan taman kanak-kanak. Walaupun calistung tidak wajib (tidak boleh) diajarkan pada anak-anak usia dini. Namun, realitanya sekolah taman kanan-kanak menjanjikan jika peserta didiknya pasti bisa calistung setelah lulus. Itu artinya ketika masuk sekolah dasar sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Gayung bersambut, ada sekolah dasar yang melakukan tes penerimaan masuk SD sebagai syarat diterima atau tidaknya masuk SD yang bersangkutan. Namun, hal ini tentu tidak bisa dibenarkan. Pemerintah mempunyai peraturan yang khusus mengatur tentang proses penerimaan siswa SD, Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2010 pasal 69 ayat 4 dan 5, dan pasal 70. Dalam peraturan tersebut diatur untuk masuk SD atau sederajat tidak didasarkan pada tes kemampuan membaca, menulis, berhitung atau tes lainnya. Sehingga tidak ada alasan bagi penyelenggara pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) atau sederajat untuk menggelar tes masuk bagi calon peserta didiknya.

Berikut isi PP No. 17 tahun 2010 pasal 69 ayat 4 dan 5 dan pasal 70:
Pasal 69 
(4) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat wajib menerima warga negara berusia 7 (tujuh) tahun sampai dengan 12 (dua belas) tahun sebagai peserta didik hingga dengan batas daya tampungnya.
(5) Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil tes kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.

Pasal 70
(1) Dalam hal jumlah calon peserta didik melebihi daya tampung satuan pendidikan, maka pemilihan peserta didik pada SD/MI berdasarkan pada usia calon peserta didik dengan prioritas dari yang paling tua.
(2) Jika usia calon peserta didik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sama, maka penentuan peserta didik didasarkan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang paling dekat dengan satuan pendidikan.
(3) Jika usia dan/atau jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sama, maka peserta didik yang mendaftar lebih awal diprioritaskan.

Masih ada sekolah yang mengadakan tes masuk SD, bagaimana menyikapinya?
Tes masuk SD dengan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) boleh diadakan oleh pihak sekolah, jika tersebut bukan untuk dasar diterima atau tidaknya masuk SD. Hasil tes masuk SD akan memudahkan guru kelas 1 untuk mempersiapkan pemetaan awal yang sesuai dengan kemampuan peserta didik baru. Jika guru kelas 1 sudah memahami kemampuan peserta didiknya, guru dengam mudah merancang proses pembelajaran yang akan dilaksanakan agar efektif dan tepat sasaran.

Bagi para orangtua, jangan khawatir jika putra-putrinya diharuskan menjalani tes masuk SD, karena sekolah yang baik akan mengadakan tes masuk SD bukan sebagai syarat diterima atau tidaknya, tetapi untuk mengetahui kemampuan peserta didik.

Jika ada sekolah yang melanggar, dapat segera melaporkan kepada pihak terkait, misalnya Dinas Pendidikan setempat. Karena pada Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2010 sudah jelas mengatur proses penerimaan siswa atau peserta didik baru.

Apakah masih perlu mempersiapkan tes masuk SD?
Tanpa paksaan dan tekanan dari orangtua atau sekolah, anak-anak usia dini boleh belajar membaca dan menulis, juga berhitung. Tentang hal ini, orangtua bisa menyikapinya dengan berbagai cara.

Ada orangtua yang mengajari anaknya huruf dan angka pada anaknya dengan tekun dan cara menyenangkan, sehingga ketika mulai masuk SD, anak tersebut bisa membaca, menulis, dan berhitung dengan lancar. (baca 1 2 3 4 5 Kenan Mengenal Angka). Ada orangtua yang menyerahkan pada sekolah proses anak belajar calistung, hasil yang didapat, sang anak kemampuan membacanya biasa saja.

Perbedaan kemampuan setiap anak ini dapat dilihat hasilnya melalui latihan soal-soalpersiapan masuk SD. Orangtua dapat melatih anak dengan soal-soal tersebut. Sekaligus, orangtua juga menjadi tahu kemampuan anak mereka, sehingga ketika masuk SD orangtua (dan juga guru) bisa mengajarkan anak sesuai dengan kapasitasnya. Dan, jika diperlukan pendampingan tambahan, orangtua bisa segera mencari solusinya.

Jika anak Anda tahun ajaran nanti akan masuk SD, anak Anda bisa mencoba beberapa soal latihan persiapan masuk SD. Bukan untuk mempersiapkan tes masuk SD, tetapi untuk mengetahui kemampuan membaca, menulis, dan berhitung Anak Anda.





Saturday, 28 October 2017

Salam Literasi dari Cak Lontong

Siapa yang saat ini tidak kenal komedian bernama Cak Lontong. Setiap hari, penampilannya hilir mudik di televisi swasta di Indonesia. Hari ini tepat Hari Sumpah Pemuda, Cak Lontong hadir di Kemdikbud mengisi salah satu sesi acara dalam rangkaian acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra dan Pencanangan Gerakan Literasi Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Acara Puncak Bulan Bahasa dan Sastra dibuka dengan Tari Soya-Soya dari Maluku Utara. Kebinekaan sangat kental sekali tercermin dalam setiap sesi acara. Hal ini sesuai tema acara yaitu "Majukan Bahasa dan Sastra Rekatkan Kebinekaan."

Tari Soya-Soya membuka acara.

Acara Puncak Bulan Bahasa ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan, Bapak Muhajir Effendy dan Najwa Sihab sebagai Duta Baca. Dalam acara itu pula dilakukan penyerahan hadiah oleh Kepala Badan Bahasa kepada para pemenang dalam kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2017. Selain itu, juga penyerahan penghargaan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk (1) Penghargaan Sastra Badan Bahasa, dan (2) Media Massa Cetak Berbahasa Indonesia Terbaik (10 media terbaik dan 2 media berdedikasi). Dua media yang berdedikasi, yaitu Tempo dan Kompas. Dalam acara tersebut, juga dilakukan Peluncuran Produk Badan Bahasa.

Pak Muhajir Effendy memberikan sambutan.

Dari beberapa rangkaian acara tentu, penampilan komedi tunggal dari Cak Lontong yang paling meramaikan suasana. Seluruh hadirin yang hadir termasuk Pak Muhajir Effendy, Mbak Najwa Sihab, dan Pak Dadang Suhendar (Kepala Badan Bahasa) menikmati kelucuan kata demi kata yang dimainkan oleh Cak Lontong. Gemuruh tawa berulang kali membahana di Gedung A Plaza Insani Berprestasi.





SALAM LITERASI YA 
bukan salam lontongers 



Sunday, 22 October 2017

Keramaian Pagi di Banjir Kanal Timur Duren Sawit

Keramaian BKT di Minggu pagi.

Pada hari Minggu pagi, Banjir Kanal Timur Duren Sawit, Jakarta Timur, berubah menjadi pasar rakyat dan hiburan murah untuk warga Jakarta Timur dan sekitarnya. Orang berbondong-bondong menuju ke BKT untuk sekadar jalan-jalan pagi, membeli sarapan pagi, membeli barang kebutuhan, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga.

Pagi ini kami pergi ke BKT, tepatnya di belakang Kampus Darma Persada, Duren Sawit. Jam 8 pagi tiba di sana, suasana ramai sekali, motor kesulitan berjalan cepat. Laju kendaraan bercampur dengan lalu-lalang orang dengan segala aktivitasnya. Belum lagi kereta mini yang hilir mudik juga menambah kepadatan jalanan pinggiran BKT itu.

Suasana BKT di belakang Kampus Darma Persada.


Tujuan utama kami ke BKT adalah untuk memenuhi keinginan Kenan untuk naik kuda. Kenan sudah beberapa kali naik delman, namun belum sekalipun naik kuda.

Ada sekitar 5 kuda dan jokinya yang siap mendampingi anak-anak menyusuri jalan di salah satu sudut BKT dengan membayar Rp 10.000. Kuda yang digunakan berukuran kecil sehingga aman untuk anak-anak.


Kenan menunggang kuda untuk pertama kalinya.

Tidak hanya Kenan yang berminat naik kuda, anak-anak lain pun antusias untuk naik kuda. Kenan harus antre beberapa saat. Tiba giliran Kenan naik kuda, tidak ada rasa takut sedikitpun di wajahnya. Dengan berani Kenan menunggang kuda ditemani jokinya.

Selain hiburan menunggang kuda, di BKT, anak-anak dan orang dewasa juga bisa naik delman dan kereta mini. Dengan biaya Rp 5.000 per orang, kita bisa menyusuri BKT dan menikmati pemandangannya yang hijau. Hiburan murah bagi anak-anak dan keluarga.

Kereta mini.


Kenan naik odong-odong.

Bagi anak balita, ada juga permainan naik mobil-mobilan yang berputar di tempat. Permainan ini sering disebut odong-odong. Dengan membayar Rp 5.000, anak-anak bisa naik mobil berputar itu selama 15 menit.

BKT juga bisa disebut pasar rakyat, karena kita bisa mendapatkan aneka barang kebutuhan dengan harga murah. Barang-barang yang dijual seperti baju, hijab, sepatu, sandal, asesori, mainan anak, dan sebagainya. Aneka jenis makanan juga tersedia, mulai dari makanan tradisional seperti kerak telor, kue rangi, kue pukis, gudeg, hingga jajanan ala internasional seperti supa sup, burger, dan hotdog.

Penjual baju di BKT.


Penjual kerak telor.

Uraian saya di atas menggambarkan suasana BKT di belakang Kampus Darma Persada, dengan panjang sekitar 3 km. Sisi BKT lainnya pasti memiliki daya tarik berbeda. Sisi BKT lain menawarkan tempat jogging, jalan khusus  bersepeda, dan tempat berolah raga. 

Saturday, 21 October 2017

Anak adalah Peniru Ulung yang Hebat

Ayah pegang sapu, Kenan ikut pegang sapu. Ayah pegang palu, Kenan pun ikut pegang palu (mainan). Bunda ngepel, Kenan ingin ikutan ngepel.

Kenan adalah peniru ulung yang hebat. Bunda menulis, Kenan pun ikut-ikutan menulis. Anak lain pun yang seusia dengan Kenan pastilah melakukan hal yang sama.

Apa yang harus dilakukan orangtua ketika anak mereka 100 % meniru aktivitasnya? Orangtua harus menjadi contoh yang baik untuk anaknya. Apalagi, bagi orangtua yang memiliki balita seperti saya. Setiap hari saya bersama Kenan, tentunya Kenan akan melihat setiap perilaku dan perkataan, lalu menirunya.

Lisa Nalven, M.D., dokter anak spesialisasi perkembangan dan perilaku anak di the Valley Center for Child Development, Ridgewood, New Jersey, seperti yang dikutip pada www.sayangianak.com,  mengungkapkan bahwa “kegiatan meniru adalah kegiatan yang sangat penting dalam tahap perkembangan kemampuan bahasa dan sosialisasi buah hati Anda”.

Saya setuju sekali dengan pendapat di atas karena benar-benar terbukti pada Kenan. Kemampuan bahasa Kenan sangat baik, jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Saya sering membacakan buku untuk Kenan dan sekarang Kenan suka meniru gaya saya membaca buku sekaligus bercerita. Saya cukup kaget melihat Kenan ketika itu, bergaya membaca buku yang dipegangnya. Kenan juga mampu menceritakan suatu kejadian dengan baik sekali. Kemampuan yang dimiliki Kenan ini karena meniru saya.

Dalam kaitannya dengan kemampuan sosialisasi, Kenan cukup peduli dengan lingkungan sekitarnya. Kenan juga mudah mengenal dan bersosialisasi dengan banyak orang, seperti tetangga sekitar rumah. Kemampuan Kenan bersosialisasi dengan tetangga, karena meniru Uti-nya (Mama saya). Mama saya suka bersosialisasi dengan tetangga, dan Kenan jadi kenal banyak tetangga.
Daniel B. Kessler, M.D., direktur ikatan dokter anak spesialisasi perkembangan dan perilaku anak di Children’s Health Center of St. Joseph’s Hospital, Phoenix dalam www.sayangianak.com mengatakan bahwa anak-anak biasanya akan mengamati dan mencermati informasi yang mereka lihat atau dapatkan sebelum mereka menirunya. Di usia 1 tahun, anak biasanya meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Jadi sebagai orangtua, saya dan kita semua yang menjadi orangtua harus memberikan contoh terbaik untuk anak-anak. Jangan salahkan anak-anak, jika kelak anak kita TIDAK memiliki perilaku baik, tutur bahasa yang sopan, dan perbuatan yang terpuji.

Aneka aktivitas Kenan ketika meniru kegiatan orang-orang di sekitarnya.

Berikut ini beberapa kegiatan di rumah yang biasa diikuti atau ditiru oleh Kenan.
1. Menyapu lantai (dan halaman)
2. Mengepel lantai
3. Mencuci baju
4. Menjemur pakaian
5. Menyetrika baju
6. Melipat baju
7. Membuat teh manis
8. Membuat susu di botol
9. Bertanam
10. Menulis dan menggambar (corat-coret)
11. Membaca
Dan sebagainya.

Sebelas kegiatan itu hanya contoh kecil, masih banyak kegiatan yang ditiru oleh Kenan. Yang ingin saya tekankan di sini bahwa semua kegiatan yang saya lakukan di rumah terlihat oleh Kenan dan dia siap menirukannya. Semua kegiatan yang ditiru Kenan itu merupakan proses perkembangan kemampuan Kenan. Walau apa yang ditiru Kenan itu kadang menjadi merepotkan saya dan menciptakan keributan kecil. Namun, dalam proses ini, bukan hanya Kenan yang bertumbuh, saya pun sebagai orangtua harus terus belajar menjadi orangtua yang baik, orangtua yang pantas ditiru.

Terima Kasih Sahabatku

Tentang Aku

Aku siapa?
Menurutmu?
Siapa aku?

Aku?
Bukan
Siapa aku?

Kamu?
Aku!
Bukan!

Jujur, saya terharu membaca apa yang dituliskan oleh sahabat saya, Mbak Ira Diana. Saya memanggilnya Mbak, bukan karena saya merasa muda lho, apalagi ternyata kita lahir di tahun yang sama, beda 1 bulan saja.

Tulisannya tentang saya, begitu bernilai buat saya. Ada sebuah rasa yang sebenarnya tak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Mungkin inilah rasa yang dirasa ketika riwayat kita ditulis oleh orang lain, apalagi dia sahabat kita.

Sahabat

Menjadi sahabat tidak perlu bertahun-tahun.
Menjadi sahabat  bisa terjalin kapan saja.
Menjadi sahabat bisa terjadi di mana saja.
Menjadi sahabat hanya perlu rasa percaya.
Menjadi sahabat harus mendengarkan.
Menjadi sahabat harus saling mendukung.
Untuk kamu sahabatku.

Saya sendiri, kadang lupa pada sejarah bagaimana akhirnya saya nyemplung di rimba penulisan. Tulisan sahabat saya ini mengingatkan saya jika telah banyak jejak yang saya torehkan pada sebuah buku.

Buku

Aku lupa
Bahkan tidak tahu
Sejak kapan aku mengenalmu

Aku lupa
Kapan aku mulai cinta
Dan tak bisa melepasmu

Aku lupa
Berapa banyak buku
Berapa jenis buku

Aku lupa
Lupa semuanya
Karena yang kuingat hanya buku

Buku
Aku cinta padamu
Tanpa syarat
Aku sayang padamu
Tanpa alasan

Karena buku saya mengenalmu. Saya jadi punya mimpi, andai kita bisa menulis buku berdua. Semoga, mimpi itu dicatat Tuhan. Amin

Sahabatku, terima kasih sudah mau menjadi sahabatku. Semoga kita menjadi sahabat sejati. Amin

Friday, 20 October 2017

Buku Baru: 100 Soal Aku Siap Masuk SD

Syukur pada Tuhan buku pertama Paskalina Askalin di Penerbit Elex Media Komputindo akan segera terbit. Jika tidak halangan, buku 100 Soal Aku Siap Masuk SD akan terbit dan beredar di seluruh toko buku Gramedia Senin30 Oktober 217. Semoga proses terbitnya berjalan dengan lancar.



Buku berproses bisa dikatakan cukup singkat, dari mulai proses menulis hingga pembuatan ilustrasi. Buku ini berisi 100 soal yang bisa digunakan oleh anak-anak sebelum mengikuti tes masuk SD. Soal-soal terbagi menjadi dua kategori, yaitu 50 soal untuk mengasah membaca dan menulis, dan 50 soal lagi untuk mengasah kemampuan berhitung.

Judul : 100 Soal Aku Siap Masuk SD
Penulis : Paskalina Askalin
Ilustrator : Fendi
Penerbit : Elex Kidz (Elex Media Komputindo)
Terbit : 30 Oktober 2017
Harga : Rp 35.000
ISBN : 978-602-04-4863-3

30 Oktober 2017 bisa diperoleh di seluruh toko buku Gramedia

PESAN SPONSOR
Yang berminat dengan buku ini, silakan kirim pesan SMS/WA ke
085697602414 dengan format PO 100 soal - Nama - Kota tempat tinggal.
Kami akan mencatat nama Anda dan setelah buku siap kirim akan kami informasikan. Terima kasih.



Monday, 16 October 2017

Jatuh

Kenapa daun-daun bisa jatuh? Harus ada daun yang jatuh supaya ada tumbuh daun yang baru. Daun yang jatuh itu bahkan bisa menjadi pupuk alami untuk pertumbuhan pohon selanjutnya. Daun yang jatuh lalu kering lalu dikumpulkan manusia dan jadilah juga pupuk kompos. Daun yang jatuh dan mengering juga bisa menjadi indah karena kreativitas tangan-tangan pengrajin.

Dan saya, sebagai manusia, tidak bisa juga terus bertumbuh. Ada masa-masa saya harus jatuh dan terpuruk, lalu bangkit lagi untuk menjadi lebih baik dan pada akhirnya akan bertumbuh menjadi manusia lebih baik.

Tidak ada satu orang pun yang mau jatuh dalam kesakitan dan keterpurukan. Tetapi dunia ini seperti roda berputar, bukan? Ada masa kamu di atas, ada masanya kamu di bawah. Pada saat di bawah, memang akan terasa menyakitkan, tetapi akan terlihat baik nantinya ketika kamu bisa memperbaiki segala dengan lebih baik dan bisa naik ke atas ke singgasana yang lebih baik dan lebih tinggi dari sebelumnya.

Jangan takut jatuh, karena saat jatuh kamu bisa melihat siapa yang benar-benar sayang dan peduli padamu.

#inktoberday14
#latepost
#inktoberindonesia
#inktoberindonesia2017
#inktoberindonesia
#inktober2017

Saturday, 14 October 2017

Belajar Menggambar Bersama Inktober 2017

Syukur pada Tuhan, sampai hari ke-13 saya masih bisa konsisten belajar menggambar. Walaupun kadang ada yang telat upload di Instagram 1 atau 2 hari, semua hari bisa terwakili dengan 1 gambar.

Objek yang saya gambar bermacam-macam. Tentang jenis gambar, jangan tanya, saya tidak paham gambar saya ini model apa atau jenis apa. Saya menggambar untuk tujuan belajar menggambar. Gambar saya pun dari bermacam-macam tema, sesuai suasana hati dan suasana waktu.

Semua gambar INKTOBER 2017 saya unggah di INSTAGRAM @paskalina_askalin. Follow instagram saya untuk memberikan dukungan untuk gambar-gambar saya.

Bagi yang belum follow instagram saya, berikut ini gambar-gambar saya untuk INKTOBER 2017 dari tanggal 1 Oktober hingga 13 Oktober 2017.














Sunday, 1 October 2017

Inktober 2017


Tahun 2016 lalu saya ikut-ikutan kemeriahan inktober 2016. Saya tidak bisa menggambar dengan bagus, tetapi saya ingin belajar menggambar, saya ingin tertantang untuk menggambar, dan saya ingin ada yang memaksa saya untuk menggambar. Inktober 2016 menjadi tempat belajar saya menggambar setiap hari.

Inktober banyak diikuti oleh mereka yang sudah ahli menggambar. Gambar diunggah di media sosial Instagram atau Facebook. Gambar digambar dengan menggunakan tinta. Tetapi kalau saya menggambar menggunakan spidol hitam.

Inktober 2017 sudah tiba, tentu saya tidak ingin ketinggalan belajar menggambar. Pada inktober 2017 ini saya tidak hanya belajar gambar, tetapi meneruskan konsistensi menulis yang saya lakukan setiap hari. Setelah bulan September 2017 berhasil menulis selama 30 hari full, saya ingin melanjutkan konsisten menulis dengan menggunakan tema-tema inktober 2017.

Ini gambar pertama saya untuk inktober 2017



Secepat Pesawat Luar Angkasa

Semua orang siapa pun dia pasti ingin cepat mendapatkan apa yang diinginkan. Ingin cepat lulus kuliah, cepat dapat jodoh, cepat menikah, cepat punya momongan, cepat kaya, dan sebagainya.
Semua ingin serba cepat, tetapi tidak semua mau kerja cepat. Jika mau kerja cepat, pasti bisa cepat mendapatkan apa yang diinginkan.
Pernah lihat pesawat ruang angkasa yang siap meluncur? Pesawat ruang angkasa itu dipersiapkan selama bertahun-tahun untuk sekali peluncuran. Biaya yang dikeluarkan juga sangat fantastis. Kita, sebagai penonton terpukau melihat proses peluncurannya yang menjadi berita di seluruh dunia.
Kita tidak pernah tahu betapa ribetnya persiapan mereka untuk peluncuran itu. Kita juga tidak tahu berapa banyak hal yang sudah mereka korbankan. Mungkin mereka harus kehilangan waktu bersama keluarga demi peluncuran itu. Kita juga tidak tahu kegagalan-kegagalan yang dihadapi mereka dan usaha mereka untuk bangkit lagi. YANG KITA TAHU HANYA HASILNYA YANG LUAR BIASA.
Untuk menjadi yang tercepat, terhebat, terbaik, kita perlu melalui proses. Proses panjang, penuh perjuangan dan berliku. Cara instan bukanlah proses perjuangan. Jadi, ikutlah proses yang baik untuk hasil yang terbaik, lalu melesat cepat secepat pesawat luar angkasa.

#Inktoberday1
#inktoberid
#inktoberindonesia
#inktober2017
#inktoberindonesia2017
#writingchallengepaskalina
#paskalinaaskalinmenulis
#menulisdanmenggambar


Buku Baru: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD

Judul: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD Penulis: Paskalina Askalin Penerbit: Elex Media Komputindo Terbit: Mei, 2019 Tebal: 10...