Saturday, 13 January 2018

Bolehkah Anak Usia 3 Tahun Belajar Calistung?

Dulu, dulu sekali, saya belajar membaca, menulis, dan berhitung di kelas 1 SD. Nah sekarang, anak-anak belum masuk SD sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Bapak dan Ibu Guru yang mengajar kelas 1 SD tidak perlu bersusah payah mengajari membaca, menulis, dan berhitung. Eit.. tunggu dulu, faktanya tidak semua anak masuk SD itu sudah bisa membaca dan menulis. Kenapa begitu ya, apakah di taman kanak-kanak tidak diajari membaca, menulis, dan berhitung?

Tentang membaca, menulis, dan berhitung yang diajarkan di taman kanak-kanak, ini masih menjadi sebuah perdebatan yang tidak kelihatan. Walaupun kadang-kadang muncul menjadi viral di media sosial, tetapi lalu lenyap ditelan bumi. (Baca tulisan saya ini)

Jadi sebenarnya, boleh tidak sih mengajarkan calistung (baca membaca, menulis, dan berhitung) pada anak usia dini, usia 3 tahun misalnya? Boleh-boleh saja (menurut saya). Sejak seorang anak lahir (bahkan ketika masih dalam kandungan) anak sudah bersinggungan dengan membaca, menulis, dan berhitung. Contoh yang saya alami seperti ini:

(1) Sejak masih dalam kandungan, saya membacakan buku cerita atau dongeng setiap hari. Calon bayi saya dalam kandungan sudah mendengarkan kata, kalimat, dan cerita dari ucapan saya. Itu artinya dia sudah bersinggungan dengan membaca.

(2) Ketika bayi sudah lahir, saya membacakan buku cerita lagi bahkan lebih banyak. Setiap kata dan kalimat yang saya ucapkan, menjadi sebuah memori bahasa yang tersimpan di otak anak yang nantinya menjadi kosa kata yang akan anak ucapkan ketika sudah bisa berbicara.

(3) Tanpa saya sadari, setiap kali saya bicara dengan anak saya, sering mengucapkan angka dan hitungan. Padahal saya tahu, kalau anak saya pasti tidak tahu angka saat itu.
Jadi, calistung tidak bisa dijauhkan dari proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemerintah telah mengatur regulasi yang ketat soal batasan-batasan pembelajaran calistung prasekolah dasar dan sekolah dasar. Bahkan, ada juga aturan yang mengatur, tidak boleh ada tes calistung sebagai syarat masuk SD. Namun, walaupun demikian kebanyakan orangtua pasti akan khawatir jika anaknya yang duduk di bangku taman kanak-kanak belum bisa calistung. Sehingga mereka berbondong-bondong mencari tempat les calistung untuk anak mereka.

Bagaimana dengan saya, anak saya usia 3 tahun, haruskah ikut les calistung?
Tentu saja tidak. Saya senang sekali jika anak saya bisa calistung di usianya yang ke-3. Itu keinginan saya, egoisme manusia saya, namun saya sadari, anak saya di masa emasnya, tidak boleh dipaksa melakukan hal yang bukan saatnya. Saya mengenalkan angka, huruf, dan berbagai kosa kata, tetapi bukan untuk dikuasainya, HANYA UNTUK DIKENALNYA. Setelah angka dan huruf dikenalnya dengan baik, dengan sendirinya dia akan memiliki keinginan untuk membaca, menulis, dan berhitung.

Jangan paksa anak belajar calistung. Sediakan saja di dekatnya buku-buku yang bisa mengenalkan anak pada calistung. - Paskalina Askalin -

No comments:

Post a Comment

Buku Baru: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD

Judul: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD Penulis: Paskalina Askalin Penerbit: Elex Media Komputindo Terbit: Mei, 2019 Tebal: 10...