Friday, 5 January 2018

Cerita Berima untuk Anak

Rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan (KBBI Luring).
Ada banyak buku anak yang memanfaatkan rima akhir untuk membuat cerita anak. Anak-anak memang lebih mudah mencerna kata berima.

Anak saya, Kenan 3 tahun, sering menyahut ketika mendengar suatu kata dan menghubungkannya dengan kata lain yang mempunyai bunyi akhir sama.
Misalnya, saya mengatakan pada Kenan, Kenan duduknya yang sopan. Jawab Kenan, iya, kalau yang di Bojonegoro itu Om Topan. Kenan menghubungkan kata sopan dengan topan.

Kata lainnya yang menarik bagi Kenan adalah kutipan kalimat dalam buku Si Kumbi.

Bukan kami tak ingin berbagi
Perbuatanmu itu tidak terpuji

Kenan jadi tahu kata TIDAK TERPUJI. Kenan juga paham artinya jika mencuri itu perbuatan tidak terpuji. Kata kumbi, terpuji, berbagi, mencuri, dan sebagainya diakhiri bunyi "i" yang mudah dipahami oleh anak.

Semalam, tiba-tiba saya ingin menulis cerita mini berima. Ini dia hasilnya, tiga cerita mini berima. Semoga bisa dimanfaatkan oleh pembaca sekalian.

Balonku

Balonku ada lima
Dibelikan oleh bunda
Aduh hilang tiga
Jadinya sisa dua

Balonku warna biru
Satunya berwarna ungu
Balonku kejepit pintu
Balonku tersisa satu


Topi

Aku punya topi
Hadiah dari bibi
Topiku bagus sekali
Topiku terus dipuji

Topiku berwarna biru
Mana topiku
Aku lupa menyimpan topiku
Ah topiku ada di balik pintu


Membaca

Aku suka membaca
Membaca buku cerita
Membaca itu berguna
Menambah pintar kosakata

Ini buku hadiah dari Bunda
Karena aku rajin membaca
Besok bunda akan ke kota
Aku pesan buku lima



Ditulis oleh Paskalina Askalin

No comments:

Post a Comment

I Gusti Made Dwi Guna: Mengenalkan Anak pada Buku Sejak Usia Tiga Bulan

I Gusti Made Dwi Guna adalah seorang pengajar di sebuah sekolah di Pulau Dewata, Bali. Selain mengajar, dia juga aktif menulis buku dan men...