Monday, 5 March 2018

Sebuah Kisah Permenungan (1)

Alkisah, dua kakak beradik yang hidup di pinggir kota. Sang adik masih duduk di bangku sekolah, sedangkan sang kakak terpaksa berhenti sekolah demi membiayai adik dan kehidupan mereka.
Kedua orangtua mereka sudah lama tiada, sehingga sang kakaklah yang menanggung semua kebutuhan hidup.

"Kak, aku mau tas baru," kata sang adik ketika pulang sekolah.

"Tasmu masih bisa digunakan, kenapa harus membeli tas baru," sahut sang kakak.

"Temanku tasnya bagus-bagus, hanya aku yang memakai tas lusuh seperti ini." Sang adik pergi ke kamarnya sambil menggerutu. Tas dilemparkannya ke ujung ruangan.

Sang kakak sebenarnya punya sedikit uang simpanan. Uang itu rencana untuk membeli sepatu boot. Sepatu boot yang dipakai untuk bekerja sudah berlubang, sehingga membuat pecahan kaca di melukai kakinya. Sang kakak bekerja sebagai tukang sampah di kompeks perumahan dekat rumah mereka.

Tanpa sepengetahuan adiknya, sang kakak pergi ke pasar membeli  tas. Keinginannya untuk membeli sepatu boot dilupakannya.
Sampai di rumah sang adik menyambut kakaknya di teras, penuh harapan. Sang kakak menyodorkan bungkusan.
"Terima kasih, Kak," sambil mendekap tas baru.

Sang kakak hanya tersenyum melihat keriangan adiknya. Luka di kakinya terasa perih, berusaha dilupakannya.

Tanpa kita sadari keinginan kita bisa membunuh keinginan (kenyamanan) orang terdekat kita. Keinginan kita seakan begitu penting dan harus dipenuhi. Keinginan kita adalah kelangsungan hidup kita.

Demikian pula tentang sebuah keputusan. Seakan-akan keputusan yang  dimbil itu terbaik untuk kita. Tidakkah kita mempertimbangkan keputusan yang dibuat itu bisa menyakiti orang terdekat kita.

Sebelum memutuskan, sebelum memilih, sebelum meninggalkan, pikir lagi, apa yang terjadi pada orang-orang terdekat kita. Lihat dengan hati nurani, bukan dengan pancaindra.

No comments:

Post a Comment

Buku Paskalina Askalin 2012: Seri Anak Rajin Bersih-bersih Bersama di Sekolah

Bulan Agustus 2018 ini saya ingin memperkenalkan karya-karya buku saya yang pernah diterbitkan. Judul: Seri Anak Rajin: Bersih-bersih Bers...