Saturday, 9 June 2018

Bahagia itu Sederhana

Bahagia itu Sederhana
-Ibu Rumah Tangga-

Bahagia itu ketika saldo rekening bank bertambah.
Bahagia itu ketika tidak punya cucian baju kotor.
Bahagia itu ketika tidak aja tumpukan baju belum disetrika.
Bahagia itu ketika ada yang memijat kaki ketika lelah melanda karena seharian beraktivitas.
Bahagia itu saat tidak ada piring kotor di dapur.
Bahagia itu saat tidak ada mainan berantakan.
Bahagia itu jika makanan yang dimasak habis dimakan.
Bahagia itu jika mendapatkan uang tambahan belanja.
Bahagia itu ketika bisa membelikan mainan yang diinginkan anak.
Bahagia itu ketika mendengarkan perkataan "I love you, Bunda".
Bahagia itu....
Bahagia itu....

Bahagia itu Sederhana
-Momwriter-

Bahagia itu ketika naskah yang diajukan disetujui editor.
Bahagia itu ketika menandatangani surat perjanjian penerbitan buku.
Bahagia itu ketika buku yang ditulis terbit.
Bahagia itu ketika rekening bank bertambah karena transferan royalti.
Bahagia itu ketika buku yang ditulis laris manis di pasaran.
Bahagia itu ketika bisa menuntaskan menulis sesuai deadline.
Bahagia itu ketika bisa menulis dengan tenang.
Bahagia itu....
Bahagia itu....

Bahagia itu memang tak bernilai. Setiap orang mempunyai kadar bahagia masing-masing. Bahagia yang saya rasakan mungkin biasa buat Anda. Sebaliknya, bahagia yang Anda rasakan juga mungkin biasa buat saya. Yang pasti, bahagia adalah hak semua orang dan kita punya kewajiban membuat orang lain bahagia.

No comments:

Post a Comment

Resensi Buku: Belajar Menulis Buku Anak

Judul: Belajar Menulis Cerita Anak Penulis: Arleen A. Penerbit: Erlangga for Kids Tahun: 2018 Tebal: 96 halaman Dalam sebuah pelati...