Thursday, 7 June 2018

Berproses dalam Penulisan Buku Aktivitas Anak: Paskalina Askalin

Pengalaman adalah guru yang berharga, itu memang benar dan sangat benar, saya yakin kita semua sepakat akan hal itu. 

Pengalaman saya menjadi editor buku anak akhirnya menjerumuskan saya menjadi penulis buku anak. Pengalaman akhirnya membuat saya bisa berdiri di kaki sendiri sebagai seorang penulis.

Tahun 2013, ketika masih menjadi editor di penerbit, saya membuat buku paket TK yang terdiri atas 14 buku terbagi dalam 7 buku TK A dan 7 buku TK B.




Dari 14 buku itu saya menulis 8 buku. Setiap buku terdiri atas 48 halaman. Tidak perlu saya informasikan berapa rupiah yang saya dapat dari 8 buku yang saya tulis itu karena saya hanyalah penulis karyawan, rupiah yang diberikan sukarela, suka-suka yang punya penerbit hahaha. Bagi saya tidak masalah sebagai penulis saya diberi sedikit rupiah karena pada akhirnya saya memanen banyak hal, terutama saya jadi punya banyak pengalaman menulis dan punya kenalan ilustrator yang siap bantu. Masalah rezeki, Tuhan mengatur segalanya dengan indah karena setiap tahun saya mendapat limpahan rezeki dari order pembelian buku TK tersebut. (Semoga tahun ini masih dipesan, amin)


Setelah berproses, belajar menulis buku aktivitas TK/PAUD, akhirnya saya mempunyai cara untuk saya sendiri berproses MURNI sebagai penulis untuk menulis buku aktivitas dan menawarkan buku yang saya tulis ke penerbit. Ada beberapa proses yang saya lalui, di antaranya:

1. Saya bertanya pada Penerbit sasaran saya, buku aktivitas apa yang sedang dibutuhkan penerbit.
Ketika itu editor memberikan tema buku yang sedang dicari penerbit  (sungguh editornya saat itu baik sekali, sayang sekarang sudah resign dari penerbit itu), yaitu tema mengenalkan rambu-rambu lalu lintas pada anak. Saya pun berpikir keras, mewujudkan tema tersebut ke dalam sebuah buku anak. Setelah "semedi" sebulan, akhirnya saya bisa membuat dua buku aktivitas untuk anak bertema mengenalkan rambu-rambu lalu lintas. Ada dua buku mewakili anak perempuan dan anak laki-laki.

Ketika itu saya mengajukan naskah utuh dan sampel beberapa gambar pada editor. Setelah beberapa hari diajukan, editor memberikan jawaban "segar", pengajuan saya diterima. Proses selanjutnya saya harus meminta ilustrator untuk melanjutkan gambar kedua buku tersebut hingga selesai. Setelah lengkap gambar ilustrasinya, saya serahkan ke penerbit dna tidak berapa lama SPP (Surat Perjanjian Penerbitan) pun di tandatangani. Terbitlah dua buku dengan judul:
(1) Kisah Nora Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas
(2) Ayo Mewarnai Bersama Fino, Mengenal Rambu-rambu Lalu Lintas



2. Saya menulis buku aktivitas dengan tema yang saya inginkan dan mengajukannya ke penerbit.
Tidak semua editor (penerbit) mau terbuka pada penulis untuk membagikan tema-tema kunci dari buku yang sedang diincar penerbit. Jadi, sebagai penulis saya harus agresif untuk menentukan sendiri tema yang mempunyai kemungkinan paling besar akan diterima penerbit. Ketika itu saya tertarik untuk mengenalkan tarian Indonesia kepada anak-anak usia dini, jadi saya membuat buku aktivitas mewarnai tari Nusantara, setelah jadi naskah utuh dan sampel gambar, saya serahkan ke penerbit. Ternyata pengajuan saya diterima tetapi dengan catatan tarian yang disuguhkan sesuai dengan jumlah provinsi yang ada di Indonesia, itu artinya saya harus menambah jenis tari pada buku tersebut. Bagi saya usulan dari editor itu sangat baik, jadi patut untuk diikuti. 

Akhirnya saya pun menambah jenis tari hingga jumlahnya menjadi 34 jenis tari Nusantara. Setelah berproses sekian lama terbitlah Buku Aktivitas Anak Mengenal 34 Jenis Tari Nusantara.



Dari dua pengalaman saya tersebut, saya menggarisbawahi jika dalam terbitnya sebuah buku harus ada kerja sama dan komunikasi yang baik antara penulis dengan editor, dan antara penulis dengan ilustrator.

Lalu bagaimana tentang gambar ilustrasi? Mungkin muncul pertanyaan itu, tentang ilustrasi dalam buku aktivitas anak yang saya tulis ini, saya membeli gambar dari ilustrator secara lepas alias beli putus, jadi saya tidak memiliki kewajiban untuk berbagi royalti dengan ilustrator sehingga komunikasi dengan editor (penerbit) seutuhnya saya lakukan sendiri.
Ada banyak hal yang saya alami ketika berproses dalam penulisan buku aktivitas anak. Di antaranya yang sudah saya sampaikan di atas. Tanpa bermaksud menyinggung siapa pun atau pihak manapun, saya hanya ingin membagikan pengalaman yang saya alami sendiri. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Buku Baru: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD

Judul: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD Penulis: Paskalina Askalin Penerbit: Elex Media Komputindo Terbit: Mei, 2019 Tebal: 10...