Tuesday, 12 June 2018

Sebuah Perjalanan: Naik Kereta dari Jakarta ke Sukabumi

Hari ini sebuah pengalaman baru  buat saya, Kenan, dan keluarga kecil saya. Kami pergi ke Sukabumi dengan menggunakan transportasi kereta. Kenapa saya memilih kereta? Ini ide saya sendiri. Setelah akhirnya saya menjajal transportasi KRL beberapa waktu lalu. Saya ingin Kenan mempunyai pengalaman baru dengan naik kereta. Sudah sering Kenan melihat kereta KRL, tetapi belum pernah mencobanya.

Pergi ke Sukabumi adalah perjalanan yang saya rencanakan sekitar sebulan lalu. Saya coba Googling rute kereta Jakarta-Sukabumi, tentu saja tidak akan ditemukan rute kereta Jakarta-Sukabumi. Rute kereta yang saya temukan adalah Bogor-Sukabumi. Untuk naik kereta ini, saya harus pesen tiket terlebih dahulu secara online. Saya pun segera pesan tiket kereta untuk 5 orang, pulang pergi.

Harga tiket kereta Bogor-Sukabumi cukup terjangkau, Rp 25.000/orang untuk kelas ekonomi dan Rp 60.000/orang untuk kelas eksekutif. Saya beli tiket kelas ekonomi. Perjalanan kereta dari Bogor ke Sukabumi, memakan waktu 2 jam.

Kami tinggal di Jakarta, sedangkan kereta tujuan Bogor-Sukabumi berangkat pukul 07.50. Jadi saya harus memastikan, kami bisa sampai di Stasiun Bogor pukul 07.00.

Pukul 4 pagi KRL Jakarta-Bogor sudah ada yang beroperasi. Maka, saya putuskan kami harus sampai di Stasiun Cawang, stasiun terdekat dari rumah, pukul 6 pagi.

Menunggu KRL di Stasiun Cawang

Lebih dari yang direncanakan, pukul 4.15 kami sudah siap dan saya langsung memesan Grabcar. Puji Tuhan, Grabcar langsung kami dapatkan, siap mengantar kami ke Stasiun Cawang. Namun, ada insiden kecil, KTP Mama ketinggalan, padahal kami sudah hampir separuh perjalanan. Kami pun kembali ke rumah untuk mengambil KTP Mama. Pukul 5 pagi kami sudah sampai di Stasiun Cawang. KRL rute Muara Angke-Bogor membawa kami ke  Bogor. Waktu tempuh yang dibutuhkan kurang lebih 1 jam. Jadi masih banyak waktu, jika berangkat pukul 5 pagi dari Stasiun Cawang, kami akan sampai di Stasiun Bogor pukul 6 pagi.

KRL Muara Angke - Bogor

Awalnya saya pikir, setelah naik KRL, kami bisa langsung naik kereta menuju ke Sukabumi. Ternyata dugaan saya salah. Kereta api tujuan Bogor-Sukabumi itu naiknya di Stasiun Bogor Paledang. Stasiun Bogor Paledang ini berada di seberang stasiun KRL Bogor, tepatnya di belakang KFC. Dari stasiun KRL kami jalan kaki menuju pintu keluar, lalu  menyeberang melalui JPO  (Jempatan Penyebrangan Orang). Berjalan kaki dari stasiun KRL menuju Stasiun Bogor Paledang membutuhkan waktu 5 hingga 10 menit.

Menunggu Kereta Pangrango di Stasiun Bogor Paledang


Tibalah kami di Stasiun Bogor Palendang. Kereta kami akan berangkat pukul 07.50. Stasiun Bogor Paledang adalah stasiun mungil, namun tetap menggunakan sistem keamanan yang sama dengan stasiun kereta besar. Sampai di stasiun saya cetak boarding pass. Ketika tiba waktunya naik kereta, KTP (kartu tanda pengenal lain) dan boarding pass disiapkan.

Penumpang Kereta Pangrango berjejal menunggu kereta langsir di dalam Stasiun Palendang


Stasiun Bogor Palendang

Waktu tempuh kereta api Bogor-Sukabumi adalah 2 jam. Jika dibandingkan dengan kereta api tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur, kereta api Bogor-Sukabumi berjalan lebih lambat, mungkin hal ini disebabkan kondisi rel yang sudah tua dan jalur yang cukup berliku.

Pukul 9.48 kami sampai di Stasiun Sukabumi. Perjalanan kami lanjutkan ke Pemakaman Krekob, Gedongpanjang. Tujuan utama kami ke Sukabumi adalah sowan ke makan Bapak, Opa Richardus Yamrewav. Ini adalah kali ke dua Kenan ke makam Opa. Ada rasa haru, rasa sedih, rasa rindu, ah semua rasa bercampur menjadi satu.

Makam Opa Richardus Yamrewav
Bapak, semoga damai senantiasa di Surga. Kami di dunia masih harus berkelana menyambung kehidupan, mewujudkan mimpi, dan mengenangmu dalam setiap doa.

Pukul 15.45 kereta Sukabumi-Bogor akan membawa kami kembali ke Jakarta. Ini adalah keberangkatan kereta terakhir. Jadwal keberangkatan kereta api Sukabumi-Bogor ada tiga kali sehari, pukul 05.15, 10.25, dan 15.45. Setelah dari makam, kami tiba di Stasiun Sukabumi pukul 2, masih banyak waktu. Sebelum sampai ke stasiun kami sempat mampir ke beberapa tempat. Oh ya, yang menjadi catatan penting, di Sukabumi sudah ada Grabcar, namun kalau ingin ke stasiun, kurang pas naik Grabcar karena stasiun berada di tengah-tengah pasar sehingga macetnya luar biasa. Angkot bisa menjadi pilihan. Naik angkot jauh dekat dikenakan ongkos Rp 4.000/orang.

Stasiun Sukabumi

Menunggu waktu keberangkatan di Stasiun Sukabumi

Pukul 15.45, Kereta Api Pangrango membawa kami ke Bogor. Selama perjalanan hujan mengguyur. Pukul 17.48 kereta sampai di Stasiun Paledang. Puji Tuhan hujan sudah berhenti. Kami pun langsung menuju ke Stasiun Bogor untuk naik KRL.

KRL cukup ramai, untunglah masih dapat dua tempat duduk di gerbong wanita. Pukul 18.15 kereta KRL berangkat membawa kami ke Jakarta. Kami turun di stasiun yang sama dengan stasiun ketika berangkat, Stasiun Cawang. Pukul 19.15 kami sampai di Stasiun Cawang. Setelah ambil uang jaminan, saya pesan Grabcar. Tidak lama, kami pun sudah meluncur bersama mobil Xenia menuju ke rumah. Puji Tuhan perjalanan kami hari ini sangat lancar, pukul 20.00 kami sudah sampai di rumah kembali.

Perjalanan kami pulang pergi ke Sukabumi memakan waktu kurang lebih 15 jam. Ada banyak hal yang saya catat, yang nanti akan saya bagikan dalam tulisan saya berikut ini. Sungguh hari ini sangat luar biasa, saya yakin sekali ada tangan Tuhan yang menyertai perjalanan kami sehingga bisa berjalan lancar. Terima kasih Tuhan.


Tulisan Selanjutnya
- Kejujuran Driver Grabcar
- Tip Perjalanan ke Sukabumi dengam Kereta

No comments:

Post a Comment

Sepuluh Fakta tentang Mudik Lebaran

Sepuluh Fakta tentang Mudik Lebaran (1) Orang akan berbondong-bondong mudik ketika hari mudik raya Idulfitri atau Lebaran. (2) Tiga b...