Wednesday, 21 November 2018

Mengenal Lebih Dekat Rumah Baca Anak Nagari Asuhan Bunda Sry


Semangat literasi baca-tulis hanya menjadi ucapan semangat belaka jika tak direalisasikan dengan segera. Anak-anak memiliki keinginan besar untuk mendapatkan cerita-cerita berkualitas dari buku yang dibacanya atau dibacakan oleh orang-orang di sekitarnya. Semangat membaca harus dipraktikkan langsung bersama anak-anak.

Rumah baca adalah tempat yang paling dekat dengan dunia literasi. Di dalam rumah baca anak-anak bisa membaca buku, dibacakan buku, dan mendapatkan pendampingan tentang pentingnya membiasakan membaca buku.



Ada sebuah ruang kosong lalu diisi rak buku dan ditaruhlah buku di dalamnya, jadilah ruangan buku. Akankah bisa menjadi rumah baca atau perpustakaan? Belum tentu. Membuat rumah  baca atau perpustakaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada rak buku dan buku saja, tidak akan menciptakan semangat literasi bagi orang-orang di sekitarnya.

Membuat rumah baca perlu dukungan dan kerja keras serta semangat. Pengelola rumah baca tidak bisa hanya diam menunggui buku yang ada. Seperti yang dilakukan oleh Bunda Sry. Belakangan ini setiap akhir pekan beliau sibuk bersama rumah baca yang belum lama diresmikannya.

Bunda Sry Eka Handayani

Bunda Sry memiliki nama lengkap Sry Eka Handayani. Bunda Sry mempunyai sepasang putra putri, si sulung bernama Agha Ghazi Harahap dan si bungsu bernama Hafsah Afifah Harahap. Suami Bunda Sry bernama Hasan Achari Harahap. Bunda Sry saat ini mengajar di SDN 10 Sapiran Bukittinggi. Aktivitasnya bersama rumah baca tak mengganggu pekerjaan sebagai pendidik karena dilakukan ketika akhir pekan. Keluarganya pun amat sangat mendukung seluruh kegiatan Rumah Baca Anak Nagari. 

RUMAH BACA ANAK NAGARI
Rumah Baca Anak Nagari didirikan pada tanggal 4 Desember 2017, di rumah Bunda Sry. Rumah Baca Anak Nagari beralamat di Jalan Kusuma Bhakti No.12 Simpang Taman Ujung By Pass Gulai Bancah Bukittinggi. Menurut Bunda Sry awal mula berdirinya rumah baca ini karena keinginan putra sulungnya, Agha Ghazi Harahap, ketika itu usia 4 tahun, yang ingin punya perpustakaan di rumah supaya bisa membaca setiap hari. Keinginan putra sulungnya itu rupanya sesuai dengan keinginan Bunda Sry dan seluruh anggota keluarga lain pun turut mendukung.


Berawal dari 200 buah buku, 2 rak buku, di ruangan ukuran 3 x4 meter, kini Rumah Baca Anak Nagari kini setiap akhir pekan menjadi tempat bermain dan belajar anak-anak di lingkungan sekitar rumah Bunda Sry. Rumah baca buka setiap hari untuk kegiatan membaca. Untuk akhir pekan Bunda Sry biasanya akan mengadakan kegiatan bersama anak-anak, seperti mendongeng, menulis, membaca puisi, bermain permainan tradisional, dan sebagainya. Ketika ada momen-momen khusus seperti ketika Hari Kemerdekaan RI, Rumah Baca Anak Nagari juga mengadakan lomba-lomba 17 Agustusan.

Keberadaaan Rumah Baca Anak Nagari memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar rumah baca. Apalagi Rumah Baca sering mengadakan kegiatan yang melibatkan anak-anak. Ini pulalah menjadi kekuatan bagi Bunda Sry untuk mendirikan Rumah Baca Anak Nagari.

“Dulu ketika tinggal di Padang, sering pulang kampung ke Bukittinggi. Saya melihat tetangga di lingkungan sekitar jauh dari buku. Anak-anak terlalu sibuk dengan gawai. Melihat itu, saya bertekad, jika pindah mengajar di Bukittinggi akan membuka rumah baca agar anak-anak di lingkungan sekitar mempunyai minat pada membaca buku,” kata Bunda Sry penuh semangat.

Serba-serbi Kegiatan Rumah Baca Anak Nagari

Selain berkegiatan di Rumah Baca Anak Nagari, Bunda Sry sering mengajak anak-anak berkunjung ke tempat umum yang mendukung pembelajaran anak-anak, seperti berkunjung ke Perpustakaan Daerah Bukittinggi. Selain itu, Bunda Sry juga pernah mengajak anak-anak Rumah Baca Anak Nagari ke Taman Ngarai Maram Bukit Tinggi. Semua kegiatan itu dilakukan demi menumbuhkan minat baca anak dan semakin mendekatkan anak-anak dengan buku.

Mendirikan Rumah Baca Anak Nagari kemudian mengelolanya tentulah tidak mudah. Tidak sedikit orang yang mencibir kegigihan Bunda Sry dalam memperjuangkan donasi buku dari berbagai pihak. “Untuk apa membuat rumah baca, tidak ada untungnya, malah menambah kesibukan dan menghabiskan banyak modal,” kata Bunda Sry terkenang. Saat ini Rumah Baca Anak Nagari sudah berdiri, donasi buku pun terus berdatangan.

Buku yang ada di Rumah Baca Anak Nagari beragam, ada buku anak-anak, novel, sastra, keterampilan, referensi, dan sebagainya. “Saat ini Anak Nagari kekurangan buku untuk anak-anak. Jadi jika ada teman penulis atau penerbit yang bersedia menyumbang buku untuk anak-anak, saya amat senang sekali,” ujar Bunda Sry.

Rumah Baca Anak Nagari tentu akan sangat senang sekali jika ada yang mau menyumbang buku dan perlengkapan lainnya. Rumah Baca Anak Nagari bisa dikunjungi di Jalan Kusuma Bhakti No. 12 Simpang, Taman Ujung By Pass Gulai Bancah – Bukittinggi. Nara hubung bisa menghubungi Bunda Sry di nomor ponsel 081374555628, pos el anaknagari18@gmail.com. Ingin mengetahui lebih banyak tentang Rumah Baca Anak Nagari langsung saja intip kegiatan di Facebook Bunda Sry atau Facebook Rumah Baca Anak Nagari dan kunjungi juga blognya www.rumahbacaanaknagari.wordpress.com. (Ditulis oleh Paskalina Askalin)


Catatan penulis:
Saya sungguh merasa beruntung bertemu dengan ibu guru muda ini. Dia sosok yang ceria dan begitu bersemangat menularkan minat baca pada anak-anak. Saya bertemu dengannya di Solo pada bulan April 2018. Ketika itu saya mengikuti kegiatan Pelatihan Bagi Pelatih (ToT) Tingkat Nasional Penulisan Bahan Ajar Inklusif Gender Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah, Solo, 18 - 22 April 2018.
Saya dan Bunda Sry, di sela-sela kegiatan pelatihan di Solo.

3 comments:

  1. Memulai sesuatu yang baik, dengan cara yang baik, hasilnya pun akan baik. Semoga

    ReplyDelete
  2. Setiap perjuangan akan ada pengorbanan dan perjuangan akan terhenti apabila tidak sabar komitmen dan istikamah apa yang dilakukan bunda sri suatu hal yang luar bisa patut di tauladani

    ReplyDelete

Buku Baru: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD

Judul: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD Penulis: Paskalina Askalin Penerbit: Elex Media Komputindo Terbit: Mei, 2019 Tebal: 10...