Sunday, 15 December 2019

Kenan Stories: Bebaskan Anak Beraktivitas Tanpa Gawai

Malam ini kami (saya dan Kenan) memasang pohon Natal. Bukan pohon Natal baru, tetapi kami menghiasnya dengan suka cita Natal. Kenan tampak senang ketika lampu kerlap-kerlip Natal sudah terpasang, kemudian kami pun berfoto.
Usai memasang pohon Natal, Kenan mengambil kertas HVS dan spidol. Oh rupanya dia mau menggambar. Saya pun mendekat dan bertanya padanya mau menggambar apa. Tapi Kenan malah balik bertanya, menggambar apa ya?  Saya pun mengusulkan padanya untuk menggambar pohon Natal. Dengan bantuan contoh gambar, Kenan bisa menggambar pohon Natal sederhana.
Selanjutnya, Kenan menggambar sesuai idenya sendiri. Kenan menggambar apotek dan stasiun kereta. Yang luar biasa bagi saya, usai menggambar Kenan bisa menceritakan isi gambarnya.
***
Setiap anak bebas membuat gambarnya sendiri. Bebas berekspresi sesuai imajinasinya. Gawai boleh saja mengalihkan perhatiannya sejenak. Pada akhirnya, ia akan asyik dengan kertas dan pensil (spidol, krayon, cat). Dan, ketika itu terjadi pastilah akan berantakan di mana-mana, kertas dan spidol berserakan. Tidak apalah, hanya berantakan saja, bisa dibereskan lagi dalam sekejap. 

Gawai Saingan Terberat Orangtua
Gawai boleh saja datang dan terus menghantui di sekitarnya, siapkan segera aktivitas kreatif untuknya. Orangtua harus siap hadapi musuh terbesar saat ini, yaitu gawai. Gawai, siap menghabiskan waktu terbaik anak kita untuk bermain, hingga gawai bisa memisahkan anak dengan kita, orangtuanya.
Untuk mengalihkan anak kita dari gawai tidaklah mudah. Saya biasanya mengajak Kenan aktivitas menarik seperti bermain tanah atau bermain air selokan sehabis hujan. Kenan pasti langsung menaruh gawainya (jika sedang fokus pada gawai) atau meninggalkan aktivitas lainnya demi untuk bermain tanah atau bermain air. Memang aktivitas ini bisa membuat kita repot karena kotor dan basah, tetapi dijamin anak bisa asyik bermain. Tak apa sedikit kotor dan basah, bisa dicuci dan dikeringkan. 
JADI, tidak apa kotor, tidak apa basah, tidak apa berantakan, karena ada proses belajar dalam setiap aktivitas itu dan ada pengalaman berharga yang luar biasa yang akan dikenang olehnya. (Bunda Kenan)

No comments:

Post a Comment

Temani Anak Belajar di Rumah

Wabah COVID-19 membuat anak-anak sekolah harus belajar di rumah. Anak PAUD hingga SMA/SMK setiap hari mendapat tugas dari guru-guru mereka d...