Tuesday, 5 October 2021

Cerita Pagi: Bersyukurlah Atas Apa yang Kita Miliki

#ceritapagi #ibudirumah #kisahibu
#ceritapaskalina

Di pagi yang sibuk, saya menulis status di WA seperti ini: INGIN SENORMAL ORANG LAIN🤔. 
Saya manusia biasa, punya rasa penat dan bosan dengan rutinitas pagi yang tiada henti. Saya manusia biasa, punya mimpi, angan, dan keinginan.

Mimpinya, bangun tidur, nyeduh kopi, buka laptop, lalu melanjutkan tulisan yang tertunda semalam. Hahaha #mimpipenulis #abaikan

Setelah saya menulis itu kemudian saya berpikir, "Hidup senormal orang lain itu seperti apa?" Saya sendiri jadi bingung, bertanya-tanya sendiri, hihihi😁

Pagi hari yang saya lalui mungkin tidak senormal orang lain, tapi bisa jadi justru pagi seperti saya didambakan orang lain, mungkin.
Kemudian saya membayangkan jika saya bukan ibu di rumah, saya mesti bekerja di kantor, berangkat pagi saat dua bola belum bangun. Pak Suami juga pergi kerja pagi dan pulang pada sore hari. Hmmm... Rasanya saya tidak rela membiarkan dua bola saya diurus oleh orang lain. Jadi pada akhirnya, saya benar-benar BERSYUKUR ATAS APA YANG SAYA MILIKI SEKARANG. 
Seperti apa pun pagi yang Anda lakukan setiap hari sebagai ibu di rumah ataupun ibu pekerja kantoran,  nikmati dan syukuri. Apa yang Anda miliki sekarang mungkin didambakan orang lain, BERSYUKURLAH.

Saya tak perlu lagi berangan-angan tentang hidup orang lain yang tampak "normal" atau "sempurna". Karena apa yang saya lihat, mungkin tidak terlihat seperti apa yang dilihat. Bisa jadi hidup mereka sebagai ibu di rumah atau ibu pekerja tidak sebaik kelihatannya. BERSYUKUR DENGAN APA YANG SAYA MILIKI. Itu saja yang perlu dilakukan.

Apa Anda termasuk orang yang mendambakan hidup normal seperti orang lain? Pikirkan lagi, lihat sekeliling! Tulislah apapun yang patut Anda syukuri! Maka, semuanya akan berubah. Silakan dicoba.

Saturday, 31 July 2021

Masak Semur Tahu Terung ala Bunda Dua Bola

Semur.. siapa yang tak pernah mencobanya. Sebenarnya semur favorit saya adalah semur jengkol🤭, tapi yang paling sering dimasak adalah semur tahu, semur terung, dan semur ayam. Kapan-kapan mungkin saya bagikan juga cara saya memasak semur jengkol.

Kemarin tuh saya sempat mencoba masak semur dengan bumbu instan. Hmmm lumayan enak sih, tapi terlalu asin buat saya yang cenderung suka yang manis-manis. Sudahlah, lebih enak dan lebih baik serta lebih sehat memasak semur dengan bumbu asli.
Ini bukti saya memasak dengan bumbu instan.


Hari ini masak apa? Ada tahu, ada tempe, ada ayam, ada terung... Cring cring cring akhirnya terpikir memasak semur tahu dan terung.  Langsung deh saya cari-cari resep semur di internet. Meskipun sudah berulang kali masak semur, selalu saya cek lagi bumbu semur itu apa aja. Tapi, biasanya setelah memilih salah satu resep, saya akan tambah bumbu lain  sesuai hati saya.

Seperti yang saya katakan di atas, akhirnya saya memilih membuat semur tahu dan terung. Kenapa tidak pilih ayam? Saya sudah punya rencana memasak soto ayam besok😀

Bahannya: 
- tahu 
- terung

Bumbunya:
-bawang merah
- bawang putih
- pala
- kemiri goreng
- tomat
- kecap
- daun salam
- sereh
- bawang daun/daun bawang
- gula merah
- garam

Seharusnya pakai merica atau cabai merah, karena ada lansia yang tidak bisa makan pedas merica atau cabai tidak saya gunakan. Semur yang saya masak juga tidak pakai penyedap rasa.

Mulai memasak, pertama-tama goreng tahu dan terung. Kemudian, haluskan bawang merah, bawang putih, pala, kemiri, dan tomat. Tangan saya tidak bisa mengulek dengan sempurna, urusan menghaluskan bumbu saya serahkan pada blender🤭.
Selanjutnya, tumis bumbu halus, masukkan juga daun salam, sereh yang sudah dimemarkan, kecap, gula merah, dan garam. Setelah aromanya keluar, tambahkan air secukupnya (sesuai selera), lalu masukkan tahu dan terung yang sudah digoreng. Masak hingga bumbu meresap. Lalu taburkan irisan bawang daun dan aduk merata. Kemudian diicip-icip, dan semur tahu terung siap dihidangkan bersama taburan bawang goreng.

Sayangnya, resep saya ini masih menggunakan ukuran hati dan perasaan. Bisa dikatakan memasak dengan hati aja. Takaran bumbu yang digunakan sesuai takaran hati dan perasaan. Resep semur ini tidak mengikuti panduan resep di internet. Saya menjadikan informasi dari internet sebagai pertimbangan, pada akhirnya saya tambah atau kurangi bumbunya sesuai kebutuhan saya.
Bagaimana dengan Anda, para ibu di rumah, suka memasak dengan hati atau ikuti arahan resep? Apapun pilihan ibu di rumah, pastikan semua anggota keluarga bisa menikmati apa yang dihidangkan. Percuma kan kalau ibu sudah memasak, pak pik pek di dapur, hasilnya tidak dimakan.
Ayo, masak-masak dengan hati bahagia hingga rasanya menjadi luar biasa!

#bundaduabola #masak-masak #ibudirumah #dirumahsaja



Friday, 30 July 2021

Masak Lodeh Praktis ala Bunda Dua Bola

PPKM level 4 apa kabar? Bagi saya pribadi tidak berpengaruh banyak. Sebelum pandemi terjadi saya di rumah saja, setelah pandemi terjadi saya di rumah saja, setelah PPKM level 4 pun saya di rumah saja😀
Semoga pandemi segera berlalu dan kehidupan normal lama kembali terjadi. Amin Amin Amin🙏

Aktivitas yang selalu terjadi di rumah setiap hari dan tidak pernah berhenti adalah memasak. Sekalipun pada saat-saat tertentu membeli makan via online, urusan memasak tetap dilakukan.
Setiap pagi hingga jam 12 siang, saya berkutat di dapur. Ssssstt, sebenarnya memasak bukan hobi saya, tetapi kini saya harus menjadikan memasak menjadi hobi dan menyenangkan hati.

Bagi saya, memasak setiap hari sama dengan menulis setiap hari. Di masa pandemi seperti saat ini, saya tak ingin melewatkan peristiwa tanpa sebuah tulisan. Untuk menghalau kebosanan dan tetap menjaga kewarasan, saya mengabadikan apa yang saya masak dalam foto, yang nantinya tentu harus menjadi tulisan yang utuh.
Nah, akhirnya tulisan itu bisa saya unggah hari ini, tentang sayur lodeh.

Sayur lodeh adalah sayur favorit banyak orang. Ada banyak olahan sayur lodeh. Tiap daerah di Nusantara punya resep sayur lodeh masing-masing. Terus sayur lodeh apa yang Bunda Dua Bola masak?
Ini sayur lodeh praktis cepat dan tidak pakai ribet. Bahan yang dipakai seadanya di kulkas.

Bahan yang dipakai ada kacang panjang, labu, buncis, dan santan kara. Lalu bumbu yang dihaluskan bawang merah, bawang putih, tomat, kemiri, dan ketumbar. Bumbu lainnya yang diiris/dimemarkan adalah  cabe merah, rawit hijau, tomat, laos, daun jeruk, dan daun salam. Tentu saja dengan tambahan gula dan garam.

Cara memasaknya mudah saja.
Pertama-tama haluskan bumbu yang sudah disiapkan, bisa pakai blender atau diulek. Saya biasa pakai blender, kelamaan kalau diulek. 
Kemudian tumis bumbu halus bersama minyak goreng secukupnya. 
Kemudian masukkan juga bumbu irisan dan pelengkap lainnya, tumis hingga harum. Kemudian matikan kompor.
Sebelum menumis bumbu, saya merebus sayuran setengah matang. Kenapa harus direbus? Supaya proses pematangan sayur lodeh lebih cepat. 
Setelah rebusan sayur siap, nyalakan kembali kompor dan masukkan sayur pada bumbu yang sudah matang, aduk hingga bumbu merata. Kemudian tambahkan air secukupnya.
Banyaknya air yang dituangkan  sesuai selera, sedikit air jika ingin santan lebih kental.
Selanjutnya masukan santan kara, gula , dan garam. Masak lagi hingga kuah mendidih. Lalu, icip-icip dan jadilah sayur lodeh ala Bunda Dua Bola.
Jadilah sayur lodeh ala-ala Bunda Dua Bola.

Wednesday, 28 July 2021

Bosan di Rumah, Bun? Coba Aktivitas ini, Anak Pasti Suka

Pandemi belum berakhir, semua orang harus di rumah. Bunda pasti sudah amat bosan berada di rumah. Tapi Bun, buah hati Bunda yang masih usia di bawah 5 tahun juga pasti sudah bosan di rumah saja. 

Anak-anak biasanya mengekspresikan kebosanannya dengan perilaku aneh-aneh, yang Bunda pikir itu adalah kenakalan anak-anak. Atau kebosanan anak-anak bisa juga menjadi lebih banyak bermain dengan gawai.

Bunda tidak ingin, dong, melihat buah hati Bunda kecanduan gawai atau jadi kelihatan nakal. Oleh karena itu, Bunda harus memberikan ide permainan untuk buah hati Bunda. Salah satu permainan itu adalah bermain cat.

Bermain cat. Apa bermain cat? Pasti Bunda pikir-pikir dulu deh untuk mengajak anak bermain dengan cat. Cat bisa membuat kotor lantai dan baju anak. Belum lagi jadi berantakan karena alat-alat lukis dan cat yang berceceran di mana-mana. 



Bunda, maksudnya bukan untuk menjadikan cat sebagai mainan. Yang dimaksud bermain cat adalah mengajak anak beraktivitas di rumah dengan menggunakan cat air. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, Bunda bisa pilih salah satu.

Berikut ini varian aktivitas bersama cat:

- melukis di atas kanvas (kanvas asli atau kanvas stereofoam), 

- melukis di atas kertas, karton, atau kardus bekas, 

- melukis di atas kaos, 

- melukis kaleng bekas,

- melukis gerabah,

- mewarnai gambar,

- membuat cap tangan/jari,

- dan sebagainya.



Sebelum merencanakan aktivitas bersama cat, Bunda harus membuat persiapan-persiapan dan kesepakatan dengan anak. Misalnya, Bunda akan mengajak anak mewarnai gambar dari kanvas stereofoam. Bunda pilih tempat beraktivitas yang jauh dari barang-barang furniture yang kemungkinan bisa kotor karena cat. Bunda bisa pilih tempat di teras rumah dan beri alas koran bekas. Kemudian ajak anak mempersiapkan peralatannya.


Beli kanvas stereofoam

Beli cat air ramah anak


Kemudian Bunda memberikan sedikit instruksi aturan, seperti meminta anak tidak berpindah dari area mewarnai (koran bekas yang dijadikan alas), meminta anak tidak mencoretkan cat selain pada kanvas, dan meminta anak untuk membereskan peralatan cat setelah selesai mewarnai atau melukis.

Tapi Bunda, akan lebih baik jika Bunda atau Ayah terlibat mewarnai atau melukis bersama anak. Anak pasti akan lebih senang jika ditemani. Jika tidak memungkinkan, Bunda atau ayah tetap harus melakukan pengawasan.



Namanya anak-anak, sudah diberikan aturan ini dan itu, tetap saja hasilnya tak sesuai. Cat air bisa berceceran melewati area koran bekas, baju terkena cat, tangan pun belepotan cat. Bunda jangan marah dulu jika apa yang Bunda atur dan rencana kacau karena aktivitas bermain dengan cat ini memiliki banyak manfaat, lho, Bun.

Manfaat bermain dengan cat air, di antaranya:

  1. Sambil bermain cat, anak belajar warna.
  2. Melukis atau corat-coret menjadi media ekspresi anak. Melalui coretan, tanpa disadari oleh anak, mereka menumpahkan emosinya.
  3. Melukis atau corat-coret merangsang imajinasi dan kreativitas.
  4. Jika dilakukan bersama orangtua, dapat menumbuhkan kedekatan antara anak dan orangtua.
  5. Bagi anak berkebutuhan khusus, melukis dapat menjadi salah satu media terapi.



Selain bermain dengan cat air, Bunda bisa ajak anak melakukan aktivitas berikut ini saat berada di rumah.

·        Membaca buku (dibacakan atau membaca bersama atau estafet baca)

·        Bermain peran

·        Bermain dengan mainan yang dimiliki

·        Bermain lumpur/tanah/pasir

·        Bermain bola

·        Berkebun




Bagaimana Bun? Bunda pilih beraktivitas apa dengan buah hati Bunda?

Wednesday, 29 July 2020

Belajar di Rumah: Salah Bukan Berarti Tidak Benar

Hari ini adalah hari ketiga, Kakak Kenan melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring atau  belajar di rumah. Ah ada banyak istilah muncul, PJJ, BDR, lalu apa lagi tuh ☺️.
Kemarin sebenarnya Kakak Kenan agak kecewa karena tidak ada sapa online dengan guru dan teman-temannya. Hari ini ketika ada sapa online dari Bu Gurunya, Kakak Kenan malah kurang bersemangat. Walaupun mengikuti semua instruksi gurunya dengan baik, semangatnya masih kurang. Alhasil, mengerjakan tugas pun harus dioprak-oprak hingga Bunda mengomel 😝 dan akhirnya dikerjakan.

Ada dua lembar kerja yang harus dikerjakan oleh Kakak Kenan hari ini. Pertama tugas mewarnai, Kakak Kenan memang tidak begitu tertarik aktivitas mewarnai sehingga sampai sekarang masih acak kadul hasil mewarnainya, tidak rapi. Kedua, tugas menulis angka 1 sampai dengan 10 sebanyak 3 kali secara  berurutan.

Saya sudah meminta pada Kakak Kenan untuk menyalin angka 1 sampai dengan 10 seperti pada contoh. Tapi yang terjadi Kakak Kenan menyelesaikan dengan caranya sendiri. Hasilnya tidak salah, tetapi tidak sama dengan yang lain.

Lembar tugas yang diberikan oleh gurunya seperti ini.

Kakak Kenan menyelesaikan tugasnya seperti ini.
Teman-temannya mengerjakan seperti ini.
Kakak Kenan mengerjakan tugasnya dengan cara yang berbeda, bisa dibilang hasilnya jadi salah, karena tidak sesuai yang diminta. Kakak Kenan tidak mengerjakan seperti teman-temannya lakukan.
Tetapi jika tujuan dari tugas yang dikerjakan kakak Kenan adalah mengenal angka 1-10, bisa menulis angka 1-10, bisa menyebutkan secara benar angka 1-10, Kakak Kenan sudah berhasil mencapai tujuan itu. Walaupun Kakak Kenan menggunakan cara yang berbeda.

Jika ditelusuri teorinya, apa yang dilakukan Kakak Kenan adalah cara berpikir lateral. Cara berpikir lateral terkesan cara menyimpang, padahal sebenarnya adalah cara menyamping.

Menurut Edward de Bono, dalam  bukunya Berpikir Lateral, berpikir lateral adalah cara berpikir yang berusaha mencari solusi untuk masalah terselesaikan melalui metode yang tidak umum, atau sebuah cara yang biasanya akan diabaikan oleh pemikiran logis. 
Kebalikan dari berpikir lateral adalah berpikir vertikal. Berpikir vertikal adalah cara berpikir yang tradisional atau logis. Bisa dikatakan cara berpikir vertikal itu cara berpikir orang pada umumnya, yang wajar, dan pasti tak dipandang berbeda atau salah.

Kakak Kenan kelihatan  berbeda dari kebanyakan anak-anak. Lebih aktif, ingin mengerjakan semua hal yang dilakukan orangtua, dan tidak bisa diam. 

Kakak Kenan suka melakukan ide kreatif yang tidak dilakukan anak lain. Sedikit saja saya memberikan pancingan kegiatan, imajinasi dan kreativitas yang terbangun dengan sempurna.

Jika ditelusuri lagi, saya jadi ingat tentang OUT OF THE BOX. Pemikiran yang tidak biasa, unik, dan berbeda, jika dilakukan dengan tanggung jawab dan tidak merugikan orang lain, akan menghasilkan kesuksesan yang maksimal.

Kini yang saya lakukan mencoba bersabar menghadapi ulah-ulah kreatif Kakak Kenan, dan berpikir ulang untuk mengatakan salah tentang apa yang dilakukan Kakak Kenan. Salah Bukan Berarti Tidak Benar.

Monday, 13 July 2020

Belajar di Rumah: Memulai Tahun Ajaran Baru di Rumah

Hari ini 13 Juli 2020, hampir semua sekolah memulai hari pertama tahun ajaran 2020/2021.  Sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana saat hari pertama masuk sekolah orangtua diperbolehkan terlambat masuk kerja untuk mengantar anak ke sekolah, saat ini orangtua cukup mengantar anak hingga di depan laptop atau telepon pintar untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sungguh terlalu, pandemi Covid-19 mengubah segalanya.
Hari pertama masuk sekolah diawali dengan berbagai cara, sesuai kebutuhan sekolah masing-masing. Anak saya, tahun ini naik ke TK B, hari ini orangtua diundang ke sekolah untuk sosialisasi tentang pelaksanaan PJJ. 
Dari penjelasan yang disampaikan oleh Ibu Kepala Sekolah tentang PJJ di sekolah Kakak Kenan, seperti akan berlangsung baik, guru-guru akan berusaha memberikan pembelajaran sebaik mungkin. Semoga Kakak Kenan bisa mengikuti PJJ dengan baik dan bersemangat.
Setelah di akhir tahun ajaran kemarin, terjadi proses wisuda yang mengharu biru karena dilakukan secara virtual, tahun ajaran baru pun akhirnya akan berlangsung secara daring. Tidak ada yang menyangka pandemi Covid-19 mengubah segala sesuatu dengan sangat luar biasa. 
Baju baru di tahun ajaran mungkin ada tetapi hanya dipakai di rumah saja, tas baru, sepatu baru, mungkin tidak dibeli. Kalaupun dibeli hanya dipakai di rumah saja. 
Bisnis saya berjualan tas ransel atau tas sekolah pun turut surut bahkan nyaris tidak ada pembeli. Tas ransel polos 21 warna selalu tersedia, bisa pesan satuan atau grosir atau custom. Sungguh, pandemi Covid-19 meluluhlantahkan semuanya.🙄

Peran Ibu di Rumah
Kembali ke soal belajar di rumah, ada beberapa peran orang atau sosok yang amat berperan penting dalam proses PJJ atau belajar daring. Siapakah mereka?
Pertama, guru yang menjadi panutan dan leader bagi anak-anak. Peran guru dalam PJJ menjadi percuma di saat orangtua (ibu, ayah, keduanya atau salah satunya) tidak mendukung. Kedua, orangtua menjadi sosok penting dalam keberhasilan PJJ. Ketika orangtua harus bekerja, orangtua harus mendelegasikan perannya ke orang lain, misalnya pada neneknya, pada pengasuh, atau pada keluarga lain, orangtua harus memantau terus kegiatan anak selama belajar daring. Ketiga, anak itu sendiri. Anak yang akan mengikuti belajar daring harus dalam pengawasan orangtua atau pendamping. 
Saat ketiga sosok ini bisa bekerja sama dengan baik, proses belajar daring atau PJJ pasti bisa berjalan lancar.
Saya menggarisbawahi peran ibu di rumah saat PJJ adalah yang paling berat. Kenapa? Peran ini baru terlihat saat pandemi Covid-19, peran ibu mendampingi anak belajar daring di rumah. Untuk ibu di rumah seperti saya, mendampingi anak belajar daring menjadi tambahan tanggung jawab yang tidak bisa ditolak. Walau pun nanti saya harus bekerja di luar rumah, tanggung jawab ini tetap saya emban tidak bisa lepas. Bahkan, saat belajar daring atau PJJ telah usai, peran ibu di rumah menemani anak belajar akan tetap ada.
Hai ibu-ibu di rumah atau ibu-ibu pekerja, semangat terus ya, untuk mendampingi anak belajar daring atau PJJ. Kesuksesan belajar anak-anak di tahun ajaran  baru ini paling besar ada di tangan ibu-ibu semua. Semangat💪

Monday, 22 June 2020

Bebaskan Anak untuk Corat-coret Warna


"Aduh kotor, pasti susah nyucinya." 
"Berantakan sekali, udah ah main catnya."
"Awas jangan sampai kena baju ya."
"Main yang lain aja ya, dindingnya jadi kotor tuh."

Main cat air sudah pasti kotor. Serapi-rapinya orangtua menata sedemikian rupa untuk menghindari belepotan cat, tetap saja cat belepotan ke mana-mana. 
Belepotan cat, berantakan, dan tampak kotor bisa dibersihkan dalam sekejap saja. Tahukah Anda jika corat-coret yang dilakukan anak itu bisa mengoptimalkan otak anak. 
Di bawah ini hasil gambar anak saya, Kenan, usianya 5 tahun. Gambarnya sudah berbentuk dan Kenan sudah tahu apa yang digambarnya.
Mengoptimalkan otak anak tidak bisa dilakukan dalam sekejap, perlu waktu dan terus menerus dilakukan. Corat-coret warna  adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan otak anak. Melalui kegiatan corat-coret kreativitas dan imajinasi anak terbangun. Selain itu, melalui corat-coret jari-jemari anak menjadi tangkas serta melatih anak membedakan warna.
Corat-coret yang dilakukan oleh anak itu ada tahapan perkembangannya sesuai usia anak.
Menurut Femi Olivia dalam bukunya Gembira Bermain Corat-coret menyebutkan bahwa secara umum, kegiatan mencorat-coret mulai muncul di usia 1 sampai 2 tahunan dan berakhir di usia 4 tahunan. Dalam masa ini, perkembangan corat-coret anak dibagi menjadi 3 tingkatan lalu dilanjutkan dengan tahapan prabagan. 
- Masa coreng-moreng
Masa ini terjadi pada usia 1-2 tahunan. Pada masa ini anak akan mencorat-coret dengan menarik garis sesuka hatinya yang hasilnya berupa garis-garis atau benang kusut
- Masa corengan terkendali
Setelah anak pandai melakukan coreng-moreng tak beraturan, anak mengarah pada corengan terkendali. Walaupun hasilnya belum sempurna, anak bisa merasakan apa yang dibuatnya.
- Masa corengan bernama
Pada masa ini anak bisa menyatakan gambar apa yang dibuatnya pada orangtuanya. Misalnya gambar bulatan disebut oleh anak sebagai gambar kucing.
- Tahap prabagan
Setelah menguasai tiga tahapan di atas, anak memasuki tahap prabagan yang dimulai pada usia 4 tahunan. Pada usia ini perkembangan motorik dan kognitif anak semakin baik. Anak juga mampu mengendalikan tangan dan menuangkan segala imajinasinya dengan baik.
Saat in anak Anda sedang apa pada tahap mana? Sampai di tahap mana pun, Anda bisa mengajak anak bermain corat-coret sekarang. Bisa menggunakan cat air, krayon, pensil warna, atau spidol. Apapun peralatan yang bisa digunakan, manfaatkan dengan baik dan jangan takut kotor.

Sesuai pengalaman saya dulu dan kemarin, memberikan aktivitas yang berkaitan dengan warna itu pasti menyenangkan buat anak. Seperti yang saya lihat pada anak saya, Kenan, ketika saya berikan aktivitas bersama kuas dan cat air, Kenan tidak menolak.
Ini adalah aktivitas Kenan saat melukis pelangi. Saya bantu membuat garisnya, Kenan yang mewarnai dengan cat air.

Lihat videonya di Channel Kenan Stories

Ini adalah aktivitas pengalih perhatian saat Kenan tiada henti mengganggu ayah yang sedang sibuk WFH.
Anak-anak masih harus tetap di rumah, walaupun bosan bagaimana pun, berada di rumah adalah sebuah keputusan bijak demi keselamatan anak dan seluruh anggota keluarga di rumah.
Bagi Anda yang belum mengajak anak bermain dengan cat, segeralah rencanakan. Saya yakin sekali anak akan suka. Barang bekas seperti kaleng, botol kaca, toples selai, bisa menjadi media untuk melukis.
Jangan khawatir dengan harga cat yang mahal. Cat yang murah tapi aman buat anak bisa dengan mudah diperoleh. Yuk ajak anak bermain warna!

________________________________________







Cerita Pagi: Bersyukurlah Atas Apa yang Kita Miliki

#ceritapagi #ibudirumah #kisahibu #ceritapaskalina Di pagi yang sibuk, saya menulis status di WA seperti ini: INGIN SENORMAL ORANG LAIN🤔.  ...