Saturday, 21 October 2017

Anak adalah Peniru Ulung yang Hebat

Ayah pegang sapu, Kenan ikut pegang sapu. Ayah pegang palu, Kenan pun ikut pegang palu (mainan). Bunda ngepel, Kenan ingin ikutan ngepel.

Kenan adalah peniru ulung yang hebat. Bunda menulis, Kenan pun ikut-ikutan menulis. Anak lain pun yang seusia dengan Kenan pastilah melakukan hal yang sama.

Apa yang harus dilakukan orangtua ketika anak mereka 100 % meniru aktivitasnya? Orangtua harus menjadi contoh yang baik untuk anaknya. Apalagi, bagi orangtua yang memiliki balita seperti saya. Setiap hari saya bersama Kenan, tentunya Kenan akan melihat setiap perilaku dan perkataan, lalu menirunya.

Lisa Nalven, M.D., dokter anak spesialisasi perkembangan dan perilaku anak di the Valley Center for Child Development, Ridgewood, New Jersey, seperti yang dikutip pada www.sayangianak.com,  mengungkapkan bahwa “kegiatan meniru adalah kegiatan yang sangat penting dalam tahap perkembangan kemampuan bahasa dan sosialisasi buah hati Anda”.

Saya setuju sekali dengan pendapat di atas karena benar-benar terbukti pada Kenan. Kemampuan bahasa Kenan sangat baik, jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Saya sering membacakan buku untuk Kenan dan sekarang Kenan suka meniru gaya saya membaca buku sekaligus bercerita. Saya cukup kaget melihat Kenan ketika itu, bergaya membaca buku yang dipegangnya. Kenan juga mampu menceritakan suatu kejadian dengan baik sekali. Kemampuan yang dimiliki Kenan ini karena meniru saya.

Dalam kaitannya dengan kemampuan sosialisasi, Kenan cukup peduli dengan lingkungan sekitarnya. Kenan juga mudah mengenal dan bersosialisasi dengan banyak orang, seperti tetangga sekitar rumah. Kemampuan Kenan bersosialisasi dengan tetangga, karena meniru Uti-nya (Mama saya). Mama saya suka bersosialisasi dengan tetangga, dan Kenan jadi kenal banyak tetangga.
Daniel B. Kessler, M.D., direktur ikatan dokter anak spesialisasi perkembangan dan perilaku anak di Children’s Health Center of St. Joseph’s Hospital, Phoenix dalam www.sayangianak.com mengatakan bahwa anak-anak biasanya akan mengamati dan mencermati informasi yang mereka lihat atau dapatkan sebelum mereka menirunya. Di usia 1 tahun, anak biasanya meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Jadi sebagai orangtua, saya dan kita semua yang menjadi orangtua harus memberikan contoh terbaik untuk anak-anak. Jangan salahkan anak-anak, jika kelak anak kita TIDAK memiliki perilaku baik, tutur bahasa yang sopan, dan perbuatan yang terpuji.

Aneka aktivitas Kenan ketika meniru kegiatan orang-orang di sekitarnya.

Berikut ini beberapa kegiatan di rumah yang biasa diikuti atau ditiru oleh Kenan.
1. Menyapu lantai (dan halaman)
2. Mengepel lantai
3. Mencuci baju
4. Menjemur pakaian
5. Menyetrika baju
6. Melipat baju
7. Membuat teh manis
8. Membuat susu di botol
9. Bertanam
10. Menulis dan menggambar (corat-coret)
11. Membaca
Dan sebagainya.

Sebelas kegiatan itu hanya contoh kecil, masih banyak kegiatan yang ditiru oleh Kenan. Yang ingin saya tekankan di sini bahwa semua kegiatan yang saya lakukan di rumah terlihat oleh Kenan dan dia siap menirukannya. Semua kegiatan yang ditiru Kenan itu merupakan proses perkembangan kemampuan Kenan. Walau apa yang ditiru Kenan itu kadang menjadi merepotkan saya dan menciptakan keributan kecil. Namun, dalam proses ini, bukan hanya Kenan yang bertumbuh, saya pun sebagai orangtua harus terus belajar menjadi orangtua yang baik, orangtua yang pantas ditiru.

No comments:

Post a Comment

Buku Baru: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD

Judul: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD Penulis: Paskalina Askalin Penerbit: Elex Media Komputindo Terbit: Mei, 2019 Tebal: 10...