Saturday, 3 February 2018

Belajar Menulis Puisi dari Haiku Embara Embun Mimpi

Saya acungi dua jempol untuk dua sahabat saya Ira Diana dan Guna atas lahirnya sebuah karya sastra minimalis yang mempesona, minim kata, namun berjuta makna. Semoga, bukunya laris manis ya.. Amin


Sastra yang minimalis bukan  berarti gampang ditulis. Bisa meramu tiga baris kalimat dengan suku kata beraturan, namun padat makna, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Perlu sebuah jam terbang untuk bisa mewujudkan.

Jika sudah membaca, mungkin kita akan beranggapan, "Ah hanya tiga baris kalimat, gampang!" Jangan berpikir demikian sebelum Anda benar-benar mencoba menulisnya. 

Haiku itu puisi pendek dengan aturan tiga baris, suka kata 5-7-5. Baris pertama terdiri atas lima suku kata. Baris kedua terdiri atas tujuh suku kata. Baris ketiga terdiri atas 5 suku kata. 

Buku Embara Embun Mimpi berisi 101 haiku, semua haiku sudah saya baca. Kemudian apa yang terjadi? Karena membaca haiku mereka, saya jadi pengen menulis haiku juga. Saya pikir,  menulis puisi pendek seperti haiku bisa menjadi cara untuk kita belajar menulis puisi.

Nih simak puisi pendek yang saya buat langsung ketika menulis catatan ini.


Rindu ibuku
Membuatku merana
Ibu, rindukah

Tangisku pecah

Ibu tak datang juga
Aku rindu Bu

Langit berbintang

Cahaya terang redup
Hatiku luluh

Hujan tak henti

Katak teriak nyanyi
Ramai dan sepi

Batu terdampar

Menggelinding menjauh
Koyakkan hati


Hmm.... saya bisa menulis puisi, puisi abal-abal hahaha. Yang ingin mengomentari puisi saya, silakan komen. 



Puisi yang saya tulis itu masih terasa kasar, maknanya juga tidak terasa dalam (dalem banget). Menulis puisi memang perlu latihan. Tidak hanya dengan sekali baca puisi orang lain, lalu kita jadi bisa menulis puisi. Jadi, saya masih harus banyak berlatih.

Buku Embara Embun Mimpi, bisa menjadi referensi buat Anda yang ingin belajar menulis puisi. Seperti apa sih haiku-haiku yang ditulis dua sahabat saya ini? Ini saya cuplikkan beberapa haiku yang ada dalam buku Embara Embun Mimpi.

di rintik hujan

banyak cerita kita
bersenandika
(Haiku Ira Diana, hal 107)

di bawah rindang
pohon cemara kokoh
kita tertawa
(Haiku Ira Diana, hal 119)

hujan semalam

tanpa gelegar tambur
sekejap pagi
(Haiku Dwi Guna, hal 23)

selepas siang
kerbau berkubang lumpur
menunggu kerja
(Haiku Dwi Guna, hal 50)


Saya kutipkan empat haiku saja, jika penasaran dengan haiku-haiku lainnya, segera miliki buku Embara Embun Mimpi.

Pasti Anda merasakan hal berbeda ketika membaca kutipan haiku di atas dengan haiku yang saya buat. Haiku karya dua sahabat saya ini terasa indah dibaca dan mempunyai makna yang dalam alias dalem banget. Mereka memang sudah mempunyai jam terbang yang tinggi dalam menulis puisi sehingga puisi pendek pastilah sudah memiliki cita rasa sebuah puisi.


Sebelum menulis haruslah banyak-banyak membaca. Ingin belajar menulis puisi, bacalah buku Embara Embun Mimpi.






No comments:

Post a Comment

Buku Baru: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD

Judul: Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD Penulis: Paskalina Askalin Penerbit: Elex Media Komputindo Terbit: Mei, 2019 Tebal: 10...